02 November 2018

Payah

Geliat dalam sepi,
Ingat janjimu sarat dengan tapi
Ucapmu pada mulut,
Yang tak jauh dari luput.

Akalku meracau,
Rinduku berteriak parau.
Juangmu bernilai nihil,
Menjelma jadi mustahil.

Aku terlanjur payah,
Dirimu tenggelam dalam lelah,
Kita terlalu resah,
Mengejar angan yang terlalu indah.

11 March 2018

Pergi

Di penghujung fajar pagi
Sepi menggeliat membuka mata
Ramai berhambur pergi
Tak ada lagi kata bermakna kita

Aduh teriak si hati
Siapa yang akan mendengar?
Rasa sepi ingin mati
Siapa yang bisa berkelakar?

Teman berangsur hilang
Tidak ada lagi permainan
Masing-masing menjadi petualang
Bersama kawan baru menuju tujuan

12 December 2016

Petang.

Ada teriak dalam diam,
Marah dalam kelam,
Gerah berubah jadi ruam,
Bahagia beranjak terbenam.

Angin datang membawa risau,
Jauh kembali pada lampau,
Senyum terlahir kacau,
Mimpi bahkan bersuara parau.

Segala terlihat luntur,
Harap terantuk bentur,
Lutut belajar bersungkur,
Tangan mengucap syukur.

Marah berteriak lantang,
Tak ada siapa untuk ditantang,
Kini mata mengandung petang,
Menatap sinar tak kunjung datang.

27 August 2016

Aksara.

Kita,
Tertuang dalam aksara,
Tulisan mengenai cerita,
Terbaca rapi dalam susunan kata,
Dikenang apik dalam sampul.

13 August 2016

Hujan.

Disambut hujan,
Hati merindu.
Terbit sebuah angan,
Ada rasa berubah candu.

Disambut hujan,
Ingatan mengusang.
Hangat dalam bualan,
Biar berubah jangan dibuang.

Disambut hujan,
Bersamanya kuseduh kopi.
Berharap waktu bergerak pelan,
Kita terlalu banyak tapi.