19 February 2016

Jumpa.

Temu di celah cahaya malam,
Bujuk langit untuk tetap kelam,
Mereka berhujam sentuhan,
Tampak mengabaikan Tuhan.

Ingin rasa waktu tak berdetik,
Berhenti pada satu titik,
Biarkan hujan berhenti merintik,
Apa daya manusia tak berkutik.

Fajar pagi tetap merekah,
Di balik awan yang payah,
Hati terpaksa gundah,
Saat dua tatapan berpisah.

Berbicara dengan mata,
Mengirimkan kata,

Temu ini memang sesaat,
Kata akan ada lain waktu,
Kini rindu semakin pekat,
Menanti janji yang ditunggu.

05 January 2016

Kalau.

Mata mencandu silau,
Ingin dibuat terpukau.
Jangan sekali mencipta kacau,
Sudah terlalu banyak kalau.

Bukan hati yang risau,
Lidah mulai meracau.
Kini banyak mau,
Tidak hanya ingin kau.

Terlalu lama menunggu,
Sekian lama mematung.
Bukan kadang rasa terganggu,
Membuat asa terkatung.

Bak lahan di kemarau,
Membuat suara parau.
Sering kau katakan kalau,
Kalimatmu laksana ranjau.

Kau biarkan menanti rintik,
Hingga hati berubah pelik.
Janji membuat rasa apik,
Namun tak lagi ditilik.

Aku tak kuasa,
Untuk membunuh rasa.
Biarkan aku menikmati hujan,
Sebagai pelipur dari Tuhan.

23 December 2015

Payah.

Kau pergi tanpa pesan,
Malah membuatku terkesan.
Datang kembali dengan dicari,
Akibat aku yang lupa diri.

Apakah dengan memelihara gundah,
Membuat hidup bergairah.
Tidakkah sudah cukup lelah,
Tanpa harus berjerih payah.

Tidak jauh lebih payah,
Melahirkan api dari bara.
Seorang anak mendamba ayah,
Seperti lelaki rindu asmara.

24 November 2015

Mendung.

Hujan di atas masih tergantung,
Belum ruah membanjiri gunung.
Air mata masih di kantung,
Belum jatuh mencipta kabung.

Kudengar suara senandung,
Kala langit berubah mendung.
Bukan iba yang dikandung,
Hanya rindu terbiar membendung.

Langit kini merenung,
Bak mencoba mengerti relung.
Angin mencipta suara gaung,
Jauh masuk ke dalam palung.

Rasa berhenti bertarung,
Dan rindu lelah meraung.


02 April 2015

Kicau.

Aku jengah menunggu,
Aku kehabisan waktu,
Aku payah dalam terburu,
Beri aku waktu.

Kesukaan angin menderu,
Kesukaanku kini merisau,
Entah siapa yang aku tunggu,
Aku bahkan tak mengenalmu.

Tolong siapapun beri aku peluru,
Aku ingin memburu.
Ajarku bermain pisau,
Aku ingin mengacau.

Dalam mimpi aku meracau,
Setelahnya burung girang berkicau,
Matahari luar membuatku silau,
Aku tak tahu ke mana aku menuju.