Saat lutut kerap bertemu dengan lantai.
Saat tangan sudah terlipat berulang kali.
Saat mulut sudah berteriak dalam diam.
Saat pandangan mata kabur oleh titik air.
Itulah saat iman sedang berperang melawan fakta.
20 February 2013
10 February 2013
Tidak Selamanya Selalu Sama.
Bekasi, 11 Februari 2013.
Tidak ada sesuatu yang tahan untuk tidak berubah, kecuali dirinya adalah benda mati tak bergerak, maka dia berhak untuk tidak berubah. Banyak hal tidak tahan untuk tidak berubah. Semua ingin berubah, semua menginginkan perubahan. Sekalipun tak ingin berubah, tapi perubahan itu memaksa, meski tak diinginkan, alam pun membantu perubahan.
Saya sebenarnya tidak ingin mengubah celana panjang abu-abu saya, saya ingin di bangku SMA selamanya jika perlu. Tapi umur dan alam bekerja sama, memaksa untuk mengakhiri masa SMA, sebenarnya bisa saja membuat diri tinggal kelas dan tetap SMA, tapi lingkungan yang berubah, hal-hal yang mendukung nyaman-nya jaman SMA akan berubah. Semua berubah. Hal yang lain yang tidak ingin saya ubah adalah masa kecil ketika bulan Desember, bulan paling menggembirakan di masa itu. Masa dimana masih percaya pada hal yang disebut keajaiban, dan kepercayaan pada sesosok Santa. Sekarang sudah tidak percaya? Percaya sih, hanya, tak setulus masa kecil. Coba saja, ada remote control untuk meng-freeze dan meng-backward, pasti tombol itu sudah aus saking seringnya digunakan.
Satu hal lagi yang tidak ingin saya ubah, status. Nyaman-nya status sekarang mulai membuat orang-orang sepertinya tidak nyaman, padahal bukan mereka yang ber-status, kenapa mereka ribut? Itulah orang-orang, itu pekerjaan mereka. Sudah terpatri dalam kehidupan sosial, seturut bertambahnya usia, maka status juga HARUS berubah. Masuk akal? Belum tentu. Tidak semua orang berpikir dengan cara berpikir khalayak sosial. Terlalu menjadi kebanyakan orang jika menuruti tuntutan sosial. Harus ini, harus itu, harus demikian, harus blah blah blah. Pasti kok, pasti berubah, hanya orangnya belum ketemu. Belum ada orang yang bisa membuat ingin mengubah status. Hm, ada sih sebenarnya, ada, tapi pasti ada orang yang lebih baik dan sempurna, hm, bukan sempurna, tapi pantas. Pasti.
Jogjakarta, 10 Februari 2013.
Satu yang tidak pernah berubah adalah cinta seorang Ibu. Cinta seorang Ibu tidak bisa membedakan antara usia dewasa dan anak-anak. Cintanya akan membuat beliau tetap beranggapan bahwa anak-anaknya hanyalah seorang anak kecil yang memerlukan perhatian lebih.
Jogjakarta, 9 Februari 2013.
Dan tak selamanya menjelang hari H Imlek itu selalu mendung dan hujan.
Tidak ada sesuatu yang tahan untuk tidak berubah, kecuali dirinya adalah benda mati tak bergerak, maka dia berhak untuk tidak berubah. Banyak hal tidak tahan untuk tidak berubah. Semua ingin berubah, semua menginginkan perubahan. Sekalipun tak ingin berubah, tapi perubahan itu memaksa, meski tak diinginkan, alam pun membantu perubahan.
Saya sebenarnya tidak ingin mengubah celana panjang abu-abu saya, saya ingin di bangku SMA selamanya jika perlu. Tapi umur dan alam bekerja sama, memaksa untuk mengakhiri masa SMA, sebenarnya bisa saja membuat diri tinggal kelas dan tetap SMA, tapi lingkungan yang berubah, hal-hal yang mendukung nyaman-nya jaman SMA akan berubah. Semua berubah. Hal yang lain yang tidak ingin saya ubah adalah masa kecil ketika bulan Desember, bulan paling menggembirakan di masa itu. Masa dimana masih percaya pada hal yang disebut keajaiban, dan kepercayaan pada sesosok Santa. Sekarang sudah tidak percaya? Percaya sih, hanya, tak setulus masa kecil. Coba saja, ada remote control untuk meng-freeze dan meng-backward, pasti tombol itu sudah aus saking seringnya digunakan.
Satu hal lagi yang tidak ingin saya ubah, status. Nyaman-nya status sekarang mulai membuat orang-orang sepertinya tidak nyaman, padahal bukan mereka yang ber-status, kenapa mereka ribut? Itulah orang-orang, itu pekerjaan mereka. Sudah terpatri dalam kehidupan sosial, seturut bertambahnya usia, maka status juga HARUS berubah. Masuk akal? Belum tentu. Tidak semua orang berpikir dengan cara berpikir khalayak sosial. Terlalu menjadi kebanyakan orang jika menuruti tuntutan sosial. Harus ini, harus itu, harus demikian, harus blah blah blah. Pasti kok, pasti berubah, hanya orangnya belum ketemu. Belum ada orang yang bisa membuat ingin mengubah status. Hm, ada sih sebenarnya, ada, tapi pasti ada orang yang lebih baik dan sempurna, hm, bukan sempurna, tapi pantas. Pasti.
Jogjakarta, 10 Februari 2013.
Satu yang tidak pernah berubah adalah cinta seorang Ibu. Cinta seorang Ibu tidak bisa membedakan antara usia dewasa dan anak-anak. Cintanya akan membuat beliau tetap beranggapan bahwa anak-anaknya hanyalah seorang anak kecil yang memerlukan perhatian lebih.
Jogjakarta, 9 Februari 2013.
Dan tak selamanya menjelang hari H Imlek itu selalu mendung dan hujan.
29 January 2013
Rasa itu Rindu.
Andai rasa itu sama dengan kulit.
Punya ari yang tiap luka akan sembuh.
Yang tiap tergores akan pulih.
Yang tiap terkelupas akan kembali.
Andai rindu itu sama dengan hujan.
Punya tempat yang akan dituju.
Yang tiap datang dan pasti berhenti.
Yang meninggalkan basah dan kemudian lenyap.
Punya ari yang tiap luka akan sembuh.
Yang tiap tergores akan pulih.
Yang tiap terkelupas akan kembali.
Andai rindu itu sama dengan hujan.
Punya tempat yang akan dituju.
Yang tiap datang dan pasti berhenti.
Yang meninggalkan basah dan kemudian lenyap.
27 January 2013
Ngeteng Galunggung, Kampung Naga, Situ Bagendit.
Perjalanan pertama di 2013 (Gun, Nik, Anc, Yus, Jon, Ben)
Ini hanya semacam Notes untuk reminder iten perjalanan (enam orang).
Meeting point di Terminal Kampung Rambutan. Sekitar pukul 22.15 WIB berangkat ke Tasik.
Sekitar pukul 03.35 tiba di terminal indihang (cmiiw). Kemudian carter angkot, tawar-tawar untuk mengantar sampai gerbang Wisata Galunggung. Dari Gerbang ini ke Cipanas, sekitar 5 menit jalan kaki. Dari Gerbang jalan ke "Tangga" untuk ke kawah Galunggung memakan waktu sekitar 50-60 menit (tanjakan naik). Dari tangga menuju puncak untuk melihat kawah dilalui dengan +- 620 anak tangga. Jika ingin melihat kawah dari bawah, bisa turun di jalanan berpasir di bagian kanan dari puncak tangga. Sekitar pukul 09.30 turun kembali ke gerbang untuk lanjut ke Singaparna dan ke Kampung Naga.
Dari gerbang Galunggung, naik angkot warna biru ke terminal Singaparna, kemudian carter angkot dari terminal untuk diantar ke Kampung Naga. Tiba di kampung naga sekitar pukul 12.00 WIB. Di kampung naga sendiri ada guide yang harus mengantar keliling ke dalam kampung. Pukul 14.30 melanjutkan perjalanan ke Garut untuk bermalam. Turun di terminal Garut, kemudian naik angkot warna hijau pucat ke arah alun-alun kota (Jalan Ciledug). Banyak warung makanan di daerah alun-alun.
Esoknya sekitar pukul 10.00 WIB melanjutkan perjalanan ke Situ Bagendit. Dari alun-alun kota naik angkot ke arah Leles (warna hijau muda), turun di bunderan SMK. Dari bunderan ini naik angkot warna merah 05, ke arah situ bagendit. Perjalanan dari alun-alun ke situ bagendit memakan waktu sekitar satu jam. Setelah selesai di situ bagendit, maka naik angkot warna merah lagi ke arah bunderan SMK untuk naik bus arah Jakarta.
Selesai.
Ringkasan Biaya Bersama :
Total 1581k / 6 = 263k
(exclude pengeluaran pribadi dan makan malam di Garut)
Ini hanya semacam Notes untuk reminder iten perjalanan (enam orang).
Meeting point di Terminal Kampung Rambutan. Sekitar pukul 22.15 WIB berangkat ke Tasik.
Sekitar pukul 03.35 tiba di terminal indihang (cmiiw). Kemudian carter angkot, tawar-tawar untuk mengantar sampai gerbang Wisata Galunggung. Dari Gerbang ini ke Cipanas, sekitar 5 menit jalan kaki. Dari Gerbang jalan ke "Tangga" untuk ke kawah Galunggung memakan waktu sekitar 50-60 menit (tanjakan naik). Dari tangga menuju puncak untuk melihat kawah dilalui dengan +- 620 anak tangga. Jika ingin melihat kawah dari bawah, bisa turun di jalanan berpasir di bagian kanan dari puncak tangga. Sekitar pukul 09.30 turun kembali ke gerbang untuk lanjut ke Singaparna dan ke Kampung Naga.
Dari gerbang Galunggung, naik angkot warna biru ke terminal Singaparna, kemudian carter angkot dari terminal untuk diantar ke Kampung Naga. Tiba di kampung naga sekitar pukul 12.00 WIB. Di kampung naga sendiri ada guide yang harus mengantar keliling ke dalam kampung. Pukul 14.30 melanjutkan perjalanan ke Garut untuk bermalam. Turun di terminal Garut, kemudian naik angkot warna hijau pucat ke arah alun-alun kota (Jalan Ciledug). Banyak warung makanan di daerah alun-alun.
Esoknya sekitar pukul 10.00 WIB melanjutkan perjalanan ke Situ Bagendit. Dari alun-alun kota naik angkot ke arah Leles (warna hijau muda), turun di bunderan SMK. Dari bunderan ini naik angkot warna merah 05, ke arah situ bagendit. Perjalanan dari alun-alun ke situ bagendit memakan waktu sekitar satu jam. Setelah selesai di situ bagendit, maka naik angkot warna merah lagi ke arah bunderan SMK untuk naik bus arah Jakarta.
Selesai.
Ringkasan Biaya Bersama :
Jkt - tasik -- Bus Ekse AC 300k
Angkot Tasik - Galunggung -- 160k
Karcis masuk wisata Galunggung -- 25k
Jajan jajan mie dkk warung -- 50k
Angkot Galunggung - Singaparna -- 60k
Angkot Singaparna - Kp naga -- 50k
Makan siang di Kp Naga enak -- 110k
Minum Es kelapa Kp Naga -- 36k
Guide sukarela -- 50k
Bus Kp naga - Garut -- 60k
Angkot Garut - Penginapan -- 18k
Angkot Garut - Penginapan -- 18k
Penginapan Garut -- 200k
Jajan jajan cemilan malam 40k
Makan pagi -- 140k
Angkot Garut - Situ bagendit -- 36k
Karcis masuk Situ -- 18k
Angkot Situ bagendit - Garut -- 18k
Bus Garut - Jkt -- 210k
Total 1581k / 6 = 263k
(exclude pengeluaran pribadi dan makan malam di Garut)
07 January 2013
"All Things Possible"
I will call on Your name
For there’s always a way
When You lead me
And when life knocks me down
I am not counted out
For You’re with me
Even when it feels like the light is fading
And I’ve lost my way
Still I’m holding on to the One who’s making
All things possible
Even when it feels like my heart is breaking
Hold on, there is strength
Knowing I belong to the One who’s making
All things possible
So my heart will believe
If I wait I will see
My God doing, what only He can do
For He is able
For there’s always a way
When You lead me
And when life knocks me down
I am not counted out
For You’re with me
And You’re with me
Even when it feels like the light is fading
And I’ve lost my way
Still I’m holding on to the One who’s making
All things possible
Even when it feels like my heart is breaking
Hold on, there is strength
Knowing I belong to the One who’s making
All things possible
I know mountains can moveIn my weakness
I’ve seen what You can do
So my heart will believe
If I wait I will see
My God doing, what only He can do
My God is strong and mightyMy hope is in the Lord
My God is faithful
For He is able
Subscribe to:
Posts (Atom)